Tip Face Off Mobil

MENGUBAH tampilan mobil secara ekstrem merupakan hal yang wajar bagi kalangan modifikator Tanah Air. Namun jika salah dalam pelaksanaannya, bisa-bisa tampilan mobil malah jadi aneh dan tak jelas bentuknya.

Untuk itu berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mobil menjalani face off (ganti wajah).

Pertama tentukan dulu mobil apa yang akan jadi acuan sebagai bentuk mobil anda nantinya. Contoh mobil bisa dilihat di majalah atau media automotif luar negeri lainnya, atau bisa pula mendesain langsung untuk dijadikan mobil konsep. Pada tahap penentuan hasil seperti apa yang ingin didapat inilah perlu adanya diskusi dengan pihak bengkel modifikasi. Harus ditemukan ide antara modifikator dengan pihak bengkel.

Jika sudah sepakat hasil bentuk seperti apa yang diinginkan, tuangkan ide tersebut dalam sebuah konsep atau blue print agar lebih jelas tampilan mobil nantinya dari sisi samping, depan dan belakang. Dalam gambar ini juga harus ditentukan rincian besar kecil dimensi mobil nantinya.

Dari data-data dalam blue print itulah kemudian dibuat cetakan dengan menggunakan media tanah liat (clay) agar benar-benar terbentuk body mobil secara nyata.

“Kalau hanya dari sketsa langsung dibuat body, bisa jelek. Karena biar bagaimanapun gambar dengan keadaan nyata berbeda.” pesan Wahyu Yulianto, Kepala Teknik Siswo AutoArt.

Setelah clay selesai dibuat dan diukur ketepatannya dengan sasis, pilar-pilar, dan body mobil aslinya, baru dibuat body baru. Bahannya bisa menggunakan fiberglass atau plat besi galvanis. Masing-masing bahan ada kelemahan dan kelebihannya. Fiber glass cenderung ringan dan lentur sehingga mudah dibuat. Namun mudah patah ketika terbentur jika campuran bahan fiber glassnya kualitas buruk.

Lain dengan plat. Meski kuat terhadap benturan, atau ketika bengkok bisa diketok lagi, berat massa plat cenderung tinggi, hal ini bisa membuat bobot mobil bertambah.

“Kalau mau pakai plat tetapi tidak terlalu berat, sambungan antar plat harus halus dan dempul juga musti tipis,” tambah Wahyu.

Las-lasan yang dipakai untuk menyembung satu plat dengan plat lain musti diamplas lagi agar halus dan menyatu dengan body mobil. Kemudian dempulan yang dipakai tidak boleh lebih dari 0.9mm. “Di AutoArt dempulannya sesuai kondisi pabriknya. Maksimal 0.9mm untuk mobil Eropa. makanya mobil tidak terlalu berat.” tambah pria ramah ini.

Apabila body sudah rata didempul, perhatikan secara seksama, adakah dari dempulan tersebut yang masih bergelombang atau terkelupas. Hal ini untuk menghindari cat terkelupas. Lihat juga apakah bentuk mobil sudah proporsional antara kiri-kanan, atas, depan dan belakang. Bila terlihat masih “aneh” jangan ragu untuk konsultasikan lagi dengan pihak bengkel.

Kelar urusan dempul, mobil baru bisa dicat. Biasanya cat dasar dulu yang dilebur ke tubuh mobil, baru kemudian disusul warna yang sesuai pesanan kita. Perhatikan semua hasil pekerjaan, apabila ada yang tidak sesuai, tanyakanlah, itu hak guna mendapatkan tampilan mobil seperti yang Anda inginkan.
(ahm)

Leave a Reply

Your email address will not be published.