Merawat Sistem Suspensi

[Foto: Istimewa]

JANGAN mengabaikan kelengkapan alat keamanan dan kenyamanan di kendaraan Anda. Kendati kelihatan kecil tetapi bisa berarti banyak buat keamanan. Misalnya, komponen suspensi yang berfungsi meredam getaran selama ban berputar di jalan yang dilintasinya.

Suspensi sendiri terdiri dari beberapa bagian yakni per, shock absorber, suspension arm (cakar ayam), ball-joint, dan stabilizer. Setiap bagian suspensi memiliki fungsi tersendiri yang tak bisa diabaikan satu sama lain. Komponen-komponen ini perlu dirawat dengan baik untuk menghasilkan kerja yang optimal.

Shock absorber memiliki kemampuan meredam ayunan per pada komponen penyangga roda sehingga ruang penumpang tetap terasa nyaman tanpa guncangan (body roll). Terlebih, jika melintas di jalan bergelombang dan berlubang.

Begitu pula dengan suspension-arm dan ball-joint yang bertugas mencengkeram shock-absorber dan per. Perlengkapan tersebut juga belum sempurna tanpa stabilizer. Bagian ini tidak bisa disepelekan karena memiliki fungsi penting. Namanya saja stabilizer, maka tidak lain sebagai peredam goyangan badan kendaraan saat menikung, agar mobil tidak terguling akibat dorongan balik per yang tertekan saat berbelok.

Melihat tugasnya, stabilizer tentu akan usang dimakan usia. Sekalipun terbuat dari bahan metal, perlengkapan yang menempel di bagian suspensi kendaraan ini tetap saja bisa rusak. Contohnya, shock-absorber lama kelamaan bisa mengalami kebocoran hidraulik. Jika sudah demikian, daya redam suspensi kendaraan menurun dan akan terasa tidak nyaman serta semakin berbahaya jika kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

Bila keadaannya seperti itu maka hindari jalan berlubang. Jika terpaksa melaluinya, sebaiknya lambatkan kendaraan sebelum melintasi areal yang berlubang.

Selain itu, kendaraan jangan dipaksa membawa beban melebihi kapasitas angkutnya. Satu kali, dua kali boleh saja. Bila terlalu sering, nilai elastisitas komponen suspensi akan melemah dan tidak mampu bekerja maksimal.

Kebersihan komponen juga harus dijaga terutama dari endapan dan pengaruh debu. Misalnya, karet penutup shock-absorber yang diandalkan untuk mencegah penyusupan benda asing ke sistem hidraulik suspensi, seringkali lebih dulu rusak dibanding komponen lain. Komponen ini akan semakin mudah sobek jika tidak dibersihkan secara berkala.

Bentuk lain perawatan berkala adalah melakukan pengecekan dan pelumasan komponen suspension arm roda belakang mobil setiap 40.000 km dengan gemuk agar tidak kering.

Bila sudah terlanjur aus, segera ganti dengan yang baru karena kalau diabaikan maka komponen cepat aus atau rusak pada torsion beam. Keausan pada torsion beam mengakibatkan roda belakang kehilangan keselarasannya (geometri berubah total di bagian castor, camber, toe). Kalau torsion beam sudah rusak tidak mungkin lagi diperbaiki, jadi beli saja yang baru. [Y-5]

Leave a Reply

Your email address will not be published.