Laris Manis Mobil Bekas di Lahan Parkir

Bursa mobil bekas WTC Mangga Dua
Bursa mobil bekas WTC Mangga Dua

Jakarta dikenal sebagai kota mal. Bahkan, mal-mal di Jakarta konon terbanyak di dunia. Saat ini, tak kurang dari 130 mal tersebar di seantero Jakarta. Namun, di antara ratusan mal itu, kebanyakan tingkat huniannya sangat rendah. Maka, selain banyak ribuan kios yang kosong melompong, ratusan hektare lahan parkir juga banyak yang menganggur.

Kondisi itulah yang mengilhami berdirinya pusat jual beli mobil dan sepeda motor bekas WTC (Wholesale Trade Center) Mangga Dua, empat tahun lalu. Sebuah terobosan dengan memanfaatkan lahan parkir yang luas untuk menjadi pusat perdagangan mobil.

Menurut Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, dari 4.000 kios di delapan lantai, hanya sekitar 1.500 yang aktif digunakan untuk usaha. Tingkat penjualan kios lebih dari 90 persen sejak dibuka September 2003, tapi pemilik kios enggan berjualan.

“Awalnya, untuk menghindari citra buruk, kami adakan gebyar mobil dan motor bekas,” kata Herjanto.

Maka, lantai delapan gedung parkir WTC pun disulap menjadi bursa mobil bekas. Setelah lima tahun, penjualan mobil dan motor dikembangkan di tiga lantai lainnya, yakni 3, 3A, dan 9. Masing-masing lantai yang memiliki luas 1,5 hektare mampu menampung sekitar 300 mobil dan puluhan motor. Terdapat juga fasilitas pemolesan dan perawatan mobil di salah satu sudut lantai 8.

Respons konsumen pun di luar dugaan. Dalam kondisi sepi, tak kurang dari 1.500 – 2.000 unit mobil bekas terjual setiap bulannya, dengan total transaksi sekitar Rp 100 miliar per bulan atau Rp 1,2 trilun per tahun. Sementara itu, dalam dalam kondisi tertentu, seperti memasuki bulan puasa dan menjelang Lebaran, jumlah mobil bekas yang terjual bisa melonjak hingga 3.000 unit per bulan.

Menjelang Lebaran, permintaan mobil bekas terus menguat kendati dibayangi oleh stok barang yang tipis dan kenaikan harga hingga 20% sebagai dampak penyesuaian harga mobil baru beberapa bulan terakhir. Karena telah dikenal sebagai pusat mobil dan motor bekas, banyak pedagang dari seluruh Indonesia berburu kendaraan bermotor untuk dijual lagi di daerahnya.

“Umumnya, pedagang daerah bertransaksi secara tunai,” ujar Herjanto.

Mobil yang dijual bervariasi, mulai dari mobil boks, niaga, minibus, sedan mewah, 4WD, hingga jeep. Harganya pun beragam, dari Rp 20 juta hingga mobil mewah di atas Rp 500 juta, seperti Toyota Alphard, Mercedes S Class dan CLK, Toyota Harrier, Jaguar, dan VW Golf. “Tidak ada batasan tahun produksi. Yang penting mobil yang dijual bisa naik hingga ke lantai 9,” katanya.

Adapun mobil kelas menengah, seperti Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza cukup banyak stoknya. Avanza terdapat 20-30 unit hanya di satu lantai. Begitu juga Toyota Kijang kapsul. Saat ini, jumlah Honda Jazz dan Kia Picanto juga sedang banyak.

Agar perkembangan bisnis jual beli mobil bekas dan motor di WTC terus berkembang, dukungan dari lembaga keuangan pun disediakan termasuk menyediakan fasilitas perbankan, seperti cabang atau ATM (anjungan tunai mandiri). Untuk fasilitas pembelian secara kredit terdapat beberapa perusahaan leasing, yakni BCA Finance, Oto Multiartha, Verena Oto Finance, dan ACC.

Tak hanya konsumen, respons dari para pedagang mobil bekas pun sangat besar. Maklum saja, harga sewa di WTC relatif murah, yakni Rp 15 juta per tahun untuk satu lot berisi tiga mobil. Dengan kata lain, sewa per bulannya Rp 1 juta lebih atau Rp 10.000 per mobil per hari dibanding parkir di mal yang tarifnya Rp 24.000 per hari. Rata- rata, pedagang di WTC mampu menjual 9-11 unit mobil per bulan, dengan profit antara Rp 3 juta-Rp 5 juta.

“Yang paling hebat ada satu pedagang yang bisa menjual 40- 50 unit per bulan,” katanya. Tak heran jika pihak PT Marga Sahya Swasti (MSS) yang mengelola WTC Mangga Dua pun berani menggeser konsep awal dari sekadar pusat bursa mobil bekas, kini menjadi automotive mall (automall). MSS menyiapkan investasi puluhan miliar rupiah untuk merealisasikannya.

Dengan suntikan dana, lahan baru bursa mobil bekas berada di lantai parkir 7 (P7) dan lantai 3A dengan masing-masing berkapasitas 80 lot (1 lot=3 mobil). Selain itu, pusat perbelanjaan di utara Jakarta itu juga akan menambah lahan terbuka di sisinya seluas 22.000 meter persegi untuk 22 kios onderdil mobil.

“Nantinya, kita akan menjadi automall terbesar di Indonesia. Untuk merealisasikannya, kita investasi senilai Rp 30 miliar,” papar Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih di Jakarta, awal pekan ini.

Rencananya, pembangunan akan dimulai Oktober dan rampung pada awal tahun depan. Bahkan, Herjanto mengaku dari seluruh kios yang ada,90 persennya sudah laku terjual. “Kebanyakan yang mengisi kios itu pindahan dari pusat onderdil di Kelapa Gading dan Kemayoran,” lanjutnya.

Untuk sistem penyewaan gedung, akan diberlakukan bulanan dengan biaya sewa Rp 1,2 juta per unit kios berukuran 2,75×5 meter. Bahkan, selain pengusaha skala kecil, pemesanan lokasi usaha juga ada dari agen tunggal pemegang merek (ATPM).

Khusus CBU

Selain itu, khusus area bursa mobil bekas tambahan di lantai 3A, akan diperuntukkan kendaraan completely built up (CBU) guna menangkap segmen konsumen tingkat atas. Di tempat ini akan disediakan area pameran seluas 1.000 meter persegi dengan fasilitas full AC sehingga meningkatkan kenyamanan konsumen.

“Sekarang masih direncanakan, kalau memang sudah diputuskan, maka akan segera direalisasikan. Kita akan menggandeng pada importir umum lokal untuk menyediakan produknya,” lanjut Herjanto.

Sementara itu, akibat sulitnya mencari barang dan lonjakan harga mobil baru telah mendorong harga mobkas naik hingga 20% pada Juli. Dia mencontohkan, Toyota Avanza pada tahun lalu dilepas di kisaran Rp110 juta dan saat ini dijual dengan harga Rp 130 juta. Harga Toyota Avanza baru saat ini dibanderol mulai Rp 132,1 juta-Rp 168,4 juta.

Selain Avanza, model lain yang mengalami kenaikan harga signifikan, yaitu Daihatsu Xenia. Harga model Xenia di pasar mobkas saat ini naik di kisaran Rp7 juta-Rp10 juta.

[Suara Pembaruan/Setia Lesmana]

Leave a Reply

Your email address will not be published.