Bila Bagian Luar Ban Depan Lebih Cepat Rusak

Seorang rekan pemilik Toyota Kijang Efi 1.8 buatan tahun 2000 mengeluhkan bagian luar ban depan kanan dan kirinya lebih cepat aus sehingga ban habis tidak merata. Kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan berkendara karena konsentrasinya bisa terganggu akibat mengkhawatirkan kondisi ban.

Ia mengaku heran karena secara rutin Ia melakukan spooring dan balancing setiap 25.000 km. Hasilnya tidak ditemukan masalah apapun dengan posisi ban depan. Namun bagian luar ban depannya tetap saja cepat rusak meski sudah diperiksa di bengkel resmi.

Menurut pehobi otomotif, Bebin Djuana, jika hasil spooring dan balancing tidak menunjukkan masalah, sebaiknya diperiksa juga peredam kejut (shock absorber) pada sistem suspensi depan. Untuk mengetahui kondisinya masih baik atau tidak, peredam kejut sebaiknya dilepaskan. Jangan sekali-kali mengandalkan feeling dengan menekan spatbor depan baik kiri atau kanan.

Jika memang kondisinya sudah tidak layak, peredam kejut sebaiknya diganti. Bisa menggunakan poduk asli pabrikan ataupun produk after market, asalkan spesifikasinya memang untuk kijang. Apabila peredam kejut sudah diganti, Bebin menyarankan kedua ban depan di ganti atau paling tidak dipindahkan ke belakang. “Itu untuk kenyamanan dan keamanan,” ujarnya.

Bebin juga menyarankan peredam kejut suspensi belakang sebaiknya juga diperiksa atau kalau perlu diganti saja. Penggunakan tipe dan merek peredam kejut yang sama di keempat roda akan membuat keseimbangan kinerja keempat roda terjaga dengan baik.

Periksa juga bagian lainnya seperti tierod, ball joint, atau bushing-bushing arm. Tapi biasanya jika bagian-bagian tersebut bermasalah biasanya suka menimbulkan bunyi yang mengganggu. Jangan mengabaikan gangguan-gangguan kecil karena jika dibiarkan bias menimbulkan masalah besar, saran Bebin. [L-11]

Leave a Reply

Your email address will not be published.