Tindakan Darurat Atasi Mobil Sulit Distarter

SUASANA pagi yang menyenangkan bisa tiba-tiba rusak setelah mendapati kondisi kendaraan dalam keadaan tidak dapat distarter. Rencana bertemu bos atau janji penting serupa lainnya bisa jadi molor. Memang tidak jarang, kendaraan yang diparkir tadi malam tiba-tiba tidak dapat dihidupkan keesokan paginya. Kalau sudah begini, tinggal pilih, mau ke bengkel atau mengutak-atik sedikit mesin. Tetapi, hati-hati dengan risikonya, jangan-jangan mesin malah tambah rusak.

Masalah sulit distarter ini sebenarnya tidak jauh-jauh dari sekitar sistem kelistrikan kendaraan, baik itu mobil berteknologi konvensional maupun yang modern sekalipun.

Bedanya, pada kendaraan modern sistem starter ini sudah memanfaatkan sistem pengapian elektronik Condenser Discharged Ignition (CDI). Kalau yang satu ini, sebaiknya memanfaatkan tenaga ahli dari produsen mobil bersangkutan. Bukan apa-apa, perbaikan kendaraan ini bukan cuma membutuhkan keahlian, tetapi biasanya memerlulan peralatan khusus buatan pabrik.

Lain lagi dengan mesin konvensional. Pada kendaraan jenis ini, permasalahan starter umumnya, kalau tidak karena pada aki yang sudah lemah, sistem pengkabelan yang terganggu sehingga suplai daya listrik tidak cukup untuk menggerakkan dinamo starter atau platina yang sudah tidak baik.

Aki sebagai sumber tenaga listrik dapat diperiksa dengan pertama-tama melihat kecukupan air di dalamnya. Biasanya, permasalahan aki muncul karena airnya sudah kering. Bisa juga karena adanya kerusakan salah satu sel dari aki sehingga suplai tenaga listrik ke dinamo tidak seimbang sehingga harus diservis atau diganti.

Bila aki dalam kondisi baik, kemungkinan permasalahan sulit distarter ini akibat sistem pengkabelan yang terganggu. Karenanya, kabel harus diperiksa dengan menggunakan alat pengukur tegangan di antara kedua kabel yang terhubung ke aki. Bila tidak ada tegangan di antara kedua ujung itu, maka kemungkinan besar kabel putus.

Bila keduanya, aki dan kabel tidak ada masalah, maka kemungkinan permasalahannya ada pada platina atau yang biasa disebut kondensor. Platina ini biasanya rewel akibat bagian pelat di dalamnya kurang bisa mengantarkan arus listrik. Hal ini bisa terjadi karena pelat kotor. Hal ini dapat diatasi dengan cara membersihkan pelat dengan menggunakan amplas. Bila tetap tidak bisa mengantarkan listrik, berarti platina ini harus diganti.

Kemungkinan terakhir jika semua kompenen di atas sudah atau memang dalam keadaan baik adalah pemeriksaan pada boks sekring. Bisa jadi, ada sekring yang putus. Hal ini dapat diatasi dengan memasang kawat tipis penyambung kedua ujung sekring yang rusak. Namun, tindakan ini sebaiknya hanya bersifat sementara saja sambil membeli sekring yang baru.

Sebenarnya masih ada kemungkinan lain, sehingga mesin sulit distater, tetapi hal ini di luar dari sistem kelistrikan, yaitu suplai bahan bakar atau udara yang kurang seimbang pada komponen karburator. Bisa jadi, karburator kotor. Kalau sudah begini, sebaiknya saringan karburator dibersihkan. Caranya, pertama, cabut bagian saringannya (filter) dan dibersihkan dengan kuas atau sikat gigi, namun jangan sampai dinding saringan komponen ini rusak. Terutama, hindari menggunakan alat pengering seperti hairdryer. Kalau sudah bersih, pasang kembali saringan ini dan coba starter kendaraan.

Bila semua tindakan itu belum juga menghidupkan mesin mobil, langkah selanjutnya sebaiknya membawa mobil ke bengkel terdekat, karena tentu permasalahannya bukan hanya karena aki dan platina. (Y-5)

Leave a Reply

Your email address will not be published.