Teknik Pengereman

Pengereman merupakan tindakan pencegahan terhadap benturan. Ada beberapa teknik pengereman yang dikenal, yaitu normal braking (ease and squeeze), teknik threshold dan teknik pulse.

Bila kendaraan sudah dilengkapi teknologi anti-lock braking system (ABS), Anda tinggal tekan pedal rem sekeras mungkin tanpa takut ban mengunci, mobil pun masih bisa dikendalikan.

Bila tak dilengkapi ABS, lakukan teknik threshold, di mana Anda menginjak pedal sekeras mungkin tapi jangan sampai roda mengunci. Jika ban mengunci, kurangi injakan rem. Ingat, selalu jaga kekuatan injakan di titik kritis.

Sementara kalau menggunakan teknik pulse, buatlah pulsa injakan rem dengan cara menendang keras pedal berulang kali sampai mobil berhenti. Semakin cepat dan kuat tendangan, makin cepat pula kendaraan berhenti. Cara ini efektif di jalan yang licin.

Perlu diperhatikan pula kondisi jalan saat melakukan pengereman. Jalan licin, jalan tanah atau jalan rusak, maupun jalan dengan polisi tidur, membutuhkan teknik dan kemampuan pengereman yang sesuai. Satu hal lagi, pengereman akan optimal bila Anda tidak panik. Jadi dalam kondisi sekritis apa pun, lakukanlah dengan emosi yang terkendali dan tetap tenang menghadapi situasi.

Hindari pengereman ataupun akselerasi yang berlebihan karena hanya berakibat konsumsi bahan bakar yang tinggi. Sebisa mungkin jagalah laju kendaraan konstan kendaraan Anda sesuai kondisi perjalanan. Selain itu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan sangat penting.

Bila Anda tidak bisa menjaga jarak aman dengan kendaraan lain di sekitar Anda, maka Anda beresiko tinggi untuk mengalami kecelakaan. Sesuaikan jarak aman, yaitu sekitar 3 detik dari kendaran depan, dengan kemampuan mengemudi Anda. Bertindak ceroboh atau terlalu percaya diri bisa berakibat fatal. Karena pada saat di jalan, meski kita mengendarai dengan sikap selalu waspada namun orang lain belum tentu waspada. [L-11]

Leave a Reply

Your email address will not be published.