Suspensi Pengaruhi Kenyamanan Berkendara

Tingkat kenyamanan berkendara memang sangat ditentukan oleh sistem suspensi kendaraan itu sendiri. Hampir semua produsen kendaraan mengunggulkan sistem suspensi produk mereka sebagai yang terbaik. Setidaknya dalam setiap spesifikasi selalu disebutkan soal sistem suspensi kendaraan yang ditawarkan.Pada dasarnya, komponen utama suspensi ada pada per di samping dalam bagian roda. Saat ban menyentuh jalanan yang tidak rata, per tersebut otomatis terayun sehingga bodi kendaraan bergoyang. Para penumpang di dalam kendaraan, terutama yang duduk tepat di atas roda, semakin terguncang manakala shock absorber (peredam guncangan) yang menjadi bagian lain suspensi tidak berjalan baik.

Seperti disarikan dari situs canadiandriver.com, shock absorber menjadi begitu penting karena tingkat kenyamanan berkendaraan di jalanan yang tidak rata sangat ditentukan oleh sistem kerja per dan shock absorber.

Sebenarnya ada dua jenis per, yakni per berbentuk tumpukan plat besi atau sering disebut dengan istilah per daun (leaf spring). Jenis lainnya berbentuk spiral atau banyak orang menyebutnya per keong (coil spring).

Untuk kendaraan yang memiliki daya angkut besar seperti bus lebih banyak menggunakan per daun. Sedangkan untuk kendaraan kelas sedan dan city car biasanya menggunakan per keong. Hanya, belakangan, banyak kendaraan berat yang memodifikasi suspensinya dari per daun menjadi sistem per keong, terutama untuk kendaraan jip atau minibus.

Bahkan kini kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) banyak yang ditawarkan dengan menggunakan komponen per keong.

Penggunaan per keong selanjutnya mulai dikombinasikan dengan pemakaian shock absorber berbentuk teleskopis. shock absorber merupakan tabung yang berisi oli atau gas dan digerakkan oleh piston yang bekerja turun-naik.

Suatu katup pada mulut shock absorber berguna untuk mengatur tingkat peredaman yang diinginkan. Lenturan pegas per itulah yang biasanya dikutak-katik montir. Pemakaian suspensi pada kendaraan MPV cukup beragam. Ada yang dilengkapi dengan trailing arm selain penggunaan batang torsi, pegas koil, dan stabilizer, seperti yang digunakan Chevrolet Zafira.

Banyak pula yang menggunakan sistem suspensi MacPherson Strut, dengan pegas koil yang disertai stabilizer di roda depan. Sedangkan roda belakang dipasang batang torsi, yang juga dilengkapi pegas koil dan stabilizer. Misalnya yang terdapat pada Toyota Previa, Grand Voyager, Trajet, dan lain-lain. Hanya saja pada Trajet roda belakangnya dipasang semi trailing arm. Tidak heran mengapa Trajet kurang mampu melahap tikungan.

One thought on “Suspensi Pengaruhi Kenyamanan Berkendara”

  1. Salam kenal…

    Saya pemakai kendaraan kirang grand extar tahun 96,saya mau ceper tapi tetap enak dipakai, apakah bisa di ganti shockbreker daun dengan yang spiral atau keong….?
    Makasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published.