Saat Mobil Dimatikan

Kebiasaan memainkan pedal gas saat mematikan mesin sebenarnya amat sederhana, namun akibatnya sangat fatal terhadap mesin kendaraan. Sederhana, karena mudah dikerjakan tetapi juga mudah dihilangkan. Terlebih, tindakan ini muncul dari pemahaman yang salah, yakni untuk memastikan agar mesin mobil benar-benar mati saat kunci kontak diputar pada posisi off.

Seperti disebutkan astraworld.com, kebiasaan menginjak pedal gas sebelum mematikan mesin akan menimbulkan dieseling. Secara umum, sebenarnya masih ada dua penyebab dieseling ini, yaitu fungsi sistem cut-off bahan bakar yang tidak bekerja baik dan volume kerak karbon pada ruang bakar mesin yang sudah berlebihan.

Sebutan dieseling sebenarnya menunjukkan keadaan mesin bensin yang masih memiliki putaran dari kerja silinder di ruang bakar meskipun kunci kontak sudah diposisikan dalam keadaan off. Gejala ini tentu bukan kondisi yang normal.

Kondisi yang normal itu kalau putaran mesin tidak dihasilkan lagi saat kunci kontak sudah dimatikan. Kalau pun masih ada putaran hanya sebanyak satu atau dua kali saja. Tentu saja demikian, karena sebenarnya saat kunci dimatikan maka suplai bahan bakar pun akan terputus dan busi tidak lagi menghasilkan percikan api. Dan, tentu saja itu juga berarti tidak ada lagi proses pembakaran di ruang bakar sehingga silinder pun tidak menghasilkan putaran mesin lagi.

Karenanya, hindari tiga penyebab dieseling, yaitu, jangan menginjak pedal gas saat mematikan mesin, sistem cut-off bahan bakar harus juga menjadi bagian yang diperiksa secara berkala, dan segera perbaiki bila masih terdapat kebocoran aliran bahan bakar.

Begitu pula dengan keberadaan kerak di ruang bakar mesin. Masalah ini dapat diatasi dengan pemeriksaan berkala setiap jarak tempuh 80.000 km. Atau, gunakan pembersih ruang bakar yang banyak dijual di bengkel-bengkel.

Sementara untuk menghilangkan kebiasaan ini, mungkin ada baiknya jika para pelaku mengetahui beberapa akibat fatal dari tindakan tersebut. Dieseling dapat memperpendek usia busi. Alasannya, dieseling akan menyisakan bensin yang tidak terbakar di ruang bakar, sehingga busi cenderung basah dan mudah mengalami hubungan singkat. Akibatnya, busi tersebut cepat panas dan tentu saja mudah retak dan melemahkan pengapiannya.

Efek lainnya sudah bisa diperkirakan, seperti pembakaran bensin menjadi tidak sempurna, kemudian mengakibatkan munculkan kerak karbon di ruang bakar. Selanjutnya, pembakaran menjadi semakin tidak sempurna dan tentu saja mesin mengalami ngelitik. Selain itu, koefisien gesekan mesin menjadi semakin tinggi dan juga semakin mempercepat proses keausan. [Y-5]

Leave a Reply

Your email address will not be published.