Merawat Wiper

Wiper (penghapus kaca dari curah air) jelas menjadi komponen amat penting bagi kegiatan mengemudi di masa penghujan, seperti saat ini. Menjadi persoalan bila rangkaian komponen tersebut tiba-tiba ngadat, bergerak tak lancar, atau malah sama sekali tak mau bergerak.

Karena itu, bila sebelumnya tak sempat memberi perhatian seksama pada rangkaian komponen ini, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jangan sekali-kali menundanya, sebab bisa saja kerusakan salah satu piranti kecil bisa berakibat tak berfungsinya seluruh rangkaian yang ada.

Dari buku Direktori Bengkel Pilihan, tebitan Aksara Nusa Persada Jakarta, dapat dilihat perlunya memeriksa hingga merawat sistem pembersih kaca itu demi tercapainya kenyamanan mengemudi, khususnya karena fungsi wiper yang optimal. Luangkan waktu untuk memeriksa kerja rangkaian, mulai dengan mengaktifkan wiper dengan menguyurkan air sebelumnya, hingga mengamati optimasi kerja motor listrik dan tingkat kekenyalan karet penghapusnya.

Wiper berfungsi, namun jalannya lamban
Bila mendapati gejala ini maka yakinkan salah satu kerusakan dari dugaan umumnya kerusakan yang paling sering terjadi seperti berikut ini.

– Tahanan dalam koil yang menuju ke pengganti arus besar, mengalami kekotoran.
Segera lepas bagian ini bersihkan dengan hati-hati. Biasanya tumpukan debu dan kerak korosi yang menyebabkan kotornya bagian ini.

– Poros engkol macet.
Menghadapi masalah ini sama saja dengan memperoleh kondisi untung-untungan. Artinya, kalau poros engkol macet akibat korositas ringan, maka pengobatannya dapat mudah dilakukan dengan menyemprotkan cairan 4wd. Namun bila korositasnya telah parah, mungkin diperlukan pencopotan paksa dan pengelasan untuk mengembalikan fungsi maksimalnya.

– Tombol kontak macet.
Ini dapat diketahui dengan cara menyatukan aliran positif dan negatif rangkaian kabel di luar tombol kontak. Bila penyatuan kutub negatif dan positif menimbulkan bunga api dan rangkaian bergerak, maka jelas macetnya tombol kontak sebagai penyebabnya. Ini harus dilakukan penggantian piranti tersebut.

– Motor listrik rusak.
Bila pengontrolan rangkaian telah dilakukan dan tak ditemukan keanehan, sementara gerakan wiper tetap lamban, maka dugaan paling besar harus ditujukan pada fungsi motor listrik. Mintalah bantuan bengkel dinamo untuk memperbaiki kerusakaan motor listrik tersebut.

Wiper mati
Jangan langsung panik bila mendapati wiper mati. Periksa fungsi sekering yang berkait dengan rangkaian wiper ini terlebih dahulu, sebelum menduga penyebab kerusakan lainnya.

– Sekering putus
Sekering memang disiapkan untuk menangkal (memutuskan) terjadinya hubungan arus pendek. Karena itu bila terjadi beban berlebihan atau tak maksimalnya kerja salah satu rangkaian listrik akan membuat sekering putus. Setelah menggantinya, yakinkan bahwa memang tak terjadi kerusakan aliran listriknya.

– Hubungan kabel rusak
Ini bisa diakali dengan menggunakan taspen, obeng dengan kabel dan memiliki lampu. Ambil aliran listrik positif yang biasanya diwakili oleh kabel berwarna merah. Bila satu sisi tak menyala sementara bagian lain mendapati aliran listrik (membuat obeng menyala), maka kerusakan ini biasanya diakibatkan karena kabel rusak atau malah putus.

– Hubungan roda gigi pada wiper rusak
Biasanya roda gigi wiper rusak setelah mengalami kelelahan kerja. Menghadapi masalah ini, hanya satu penyelesaiannya, menggantinya dengan piranti yang baru.

Lalu, bila semua kegiatan di atas telah dioptimalkan dan wiper masih tetap lamban atau malah tak kunjung bergerak, bawa mobil ke bengkel dengan penjelasan telah dilakukan sejumlah tindakan darurat secara mendiri. bid
( )

Leave a Reply

Your email address will not be published.