Merawat Platina

Sistem pengapian kendaraan roda empat ada dua sistem. Pertama, sistem CDI yang tentu saja hampir tidak mempunyai problem pada saat penyetelannya dan sistem pengapian platina yang harus secara periodik memerlukan penyetelan. Di Indonesia, mayoritas dari populasi kendaraan yang ada masih menggunakan sistem pengapian platina.

Jika kondisi platina tidak terawat atau dalam kondisi jelek tentu akan mengganggu pengapian di ruang bakar. Hal itu akan mengakibatkan terganggunya kinerja mesin. Untuk merawat dan melakukan penyetelan platina kendaraan, terlebih dahulu harus memeriksa tingkat ketebalan platina atau porosnya. Jika kedua poros platina (negatif maupun positif) terdapat “benjolan”, diupayakan harus distel pada posisi simetris (tegak lurus).

Setelah itu, periksa jarak kedua poros platina yang biasanya karena gesekan pada rotor maka platina akan menyempit. Kedua poros platina tersebut harus diatur jaraknya kira-kira 0,4 s.d. 0,7 mm dengan melihat timing pengapiannya.

Diupayakan, dalam penyetelan platina jangan “dipaksa” atau digeser dengan memukul atau mencongkel salah satu porosnya. Tetapi, lakukan penyetelan dengan mengubah posisi pada baut sentralnya. Jika jarak kedua poros platina sudah pada posisi yang tepat, lakukan penyetelan pada kop delco agar jalannya mesin sempurna. (L-11)

One thought on “Merawat Platina”

Leave a Reply

Your email address will not be published.