Merawat Keindahan Mobil

PERKEMBANGAN teknologi cat telah banyak melahirkan rancangan grafis yang kreatif dan indah dipandang mata. Sebagai industri yang juga mengutamakan penampilan, sudah tentu dunia otomotif banyak menyerap pemanfaatan teknologi ini.

Pada kelas-kelas tertentu, inovasi penampilan luar kendaraan sudah menjadi bagian yang diperhitungkan konsumen dalam memilih kendaraan. Lihat saja, tempat kendaraan berdandan sudah tidak lagi disebut sebagai bengkel tetapi salon.

Modifikasi warna dan penampilan luar kendaraan yang begitu pesat ternyata tidak sepenuhnya dipahami konsumen. Lihat saja. Perawatan tubuh kendaraan, terutama yang beroda empat, sekarang ini memerlukan beberapa tahapan, mulai dari pemolesan, waxing, sampai pada pencucian.

Apakah pengguna kendaraan juga harus paham dengan semua proses tersebut? Pemolesan yang diterjemahkan dari kata exterior detailing atau body detailing saja sudah memiliki beberapa tahapan. Mulai dari pengampelasan (sanding), kompon (Compounding) untuk menghilangkan goresan bekas amplas, dan polishing untuk menghilangkan goresan yang lebih halus.

Waxing yang biasa diringkas dengan “wax” ini merupakan proses melindungi permukaan cat dari proses oksidasi. Selain membuat mobil semakin mulus, proses ini juga membuat permukaan cat semakin berkilau.

Sayangnya, wax rata-rata hanya bertahan 30 sampai 60 hari. Setelah itu, wax sebaiknya diulang lagi. Dan yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui, jika tahapan proses wax tidak sesuai dengan tahapannya, maka hasilnya tidak akan sempurna.

Bukannya apa-apa, terkadang waxing sengaja dibuat singkat demi menekan harga dan mempercepat proses perawatan. Bila mekanisme ini tidak dikerjakan langsung pada proses akhir berupa waxing, maka motif sarang laba-laba (swirl marks) pada kendaraan akan semakin memudarkan kilau cat mobil.

Kondisi ini, menurut salah seorang Account Specialist Car Care Market Centre PT 3M Indonesia, Rinto Subowo, bisa makin buruk bila ditambah dengan pemahaman yang keliru tentang kompon. Seringkali kompon dianggap hanya akan mengikis permukaan cat.

Padahal tidak ada jalan lain untuk mengatasi permukaan cat mobil yang sudah menyerupai kulit jeruk selain dengan proses pengikisan ini. Selain itu, proses pengikisan dengan kompon ini hanya mengangkat bagian atas permukaan cat yang memang memiliki lapisan clear coat atau zat sejenis pernis.

Menurut Rinto, produsen perawatan mobil yang berpengalaman biasanya memiliki tiga jenis kompon. Klasifikasi ini didasarkan pada kemampuan setiap proses mengikis bagian kasar permukaan cat, yakni kasar (heavy cut), sedang (medium cut), halus (fine cut).

Bagi mereka yang memang terpaksa memanfaatkan kompon untuk merawat mobilnya, disarankan untuk menggunakan jenis kompon halus saja. Atau, sebaiknya, pemakai mobil cukup merawat rutin kendaraannya dengan mencuci dan wax saja. Sementara proses kompon sebaiknya dipercayakan pada salon kendaraan. Jangan berprinsip cuci seperlunya dan poles kalau sudah betul-betul kusam. Cuci harus menjadi keperluan dan poles sebelum kusam. [Y-5]

Leave a Reply

Your email address will not be published.