Merawat Busi

Busi merupakan salah satu komponen utama dalam pembakaran mesin. Karenanya. kondisi busi dapat untuk mengetahui kualitis pembakaran mesin. Secara teori, busi disarankan untuk diperiksa (atau dibersihkan) setiap kendaraan berjalan sekitar 4.000 km. Biasanya banyak bengkel mengganti busi pada jarak tempuh 20.000 km. Namun, bila pembakaran mobil terus berlangsung maksimal, apalagi mobil berteknologi IDSi mesin empat silinder berbusi delapan maka penggantian komponen ini bisa diperpanjang. ”Yang penting bagaimana merawatnya,” bilang Edi Haryadi, kepala bengkel Honda Megatama di Jakarta Timur.

Berikut sejumlah tips yang perlu dilakukan pemilik mobil, betapapun peratawan (termasuk membersihkan busi) dilakukan di bengkel langganan. Penundaan penggantian busi, yang jelas lebih ekonomis, bisa direkomendasikan bila memang keadaan busi masih maksimal. Mengamati kondisi busi dari warna dan kotoran yang melekat dapat membantu kita untuk mengetahui terjadinya kerusakan dan gangguan pada mesin kendaraan. Karena, busi yang terawat dapat menunjang keseluruhan kerja sistem pengapian dengan lancar.

Kondisi busi yang masih baik
Busi dalam kondisi baik dapat dilihat dari warna kaki sekatan busi yaitu abu-abu terang atau coklat kemerahan. Bila warna itu yang terlihat berarti kondisi mesin, berkait waktu pengapian dan penyetelan mesin, dalam kondisi baik. Sementara busi yang kotor insulatornya harus dibersihkan karena dapat mengganggu pembakaran. Bila ujung insulator, elektroda busi tertutup kotoran jelaga hitam dan sisa pembakaran yang halus itu berarti kemungkinan ada setelan mesin yang tidak pas.

Ganti yang baru
Bila busi mengalami gangguan maka konsumsi bahan bakar akan boros, asap sisa pembakaran berwarna hitam dan mesin akan susah untuk distarter dalam keadaan dingin. Segera perbaiki atau kalau perlu ganti busi dengan yang baru. Bila ujung insulator berwarna kuning agak coklat muda dan kadang-kadang muncul warna hijau hal itu menunjukkan kemungkinan bensin atau oli yang tercampur air atau aditif yang kurang cocok. Sehingga tarikan mesin menjadi kurang dan lamban berakselerasi serta knalpot jadi meledak-ledak.

Kondisi busi buruk akibat kerusakan komponen lain
Busi yang berkerak kuning kehitaman itu menunjukkan bahwa campuran bahan bakar di karburator terlalu gemuk. Hal itu dapat disebabkan karena katup pada ruang pemanasan tidak bekerja, saringan udara kotor sehingga mengganggu pembakaran. Busi berkerak basah menunjukkan adanya oli yg masuk ke ruang bakar. Busi yang berkerak putih mengkilap dan berbutir itu menunjukkan busi dalam keadaan panas yang berlebihan. Penyebabnya bisa karena ruang bakar yang kotor dan berkerak, pemakaian bahan bakar beroktan rendah dan detonasi.

( bid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.