Menghindari Macetnya Baut pada Roda

Pernah kesulitan membuka baut roda mobil? Menjadi semakin menjengkelkan bila kemacetan baut terjadi justru saat roda hendak diganti akibat ban kempes. Sebenarnya, terdapat sejumlah penyebab macetnya beberapa baut pada roda sebuah mobil. Yang paling sering akibat karat dan tak jarang pula karena terlalu kencangnya baut akibat digunakannya mesin pengencang. Tapi, kerap pula persoalan itu muncul karena kesalahan urutan mengencangkan baut saat mengganti velg. Beberapa uraian berikut tampaknya dapat digunakan sebagai panduan menghidarkan macetnya baut.

Kencangkan baut secara menyilang
Mobil umumnya memiliki empat baut pada tiap rodanya. Sedikit sekali yang memiliki tiga baut dan beberapa mobil memang memiliki lima baut. Untuk mengencangkannya lakukan secara menyilang. Jangan sekali-kali mengencangkan secara berurutan karena akan membuat goyang laju roda.

Ambil contoh pengencangan mulai dari baut nomor satu. Lakukan hingga cukup kencang, namun jangan memutarnya hingga maksimal. Kemudian kencangkan baut nomor tiga, selanjutnya kembali pada baut kedua dan terakhir baru baut keempat. Setelah rata, kencangkan lagi masing-masing baut dengan urutan yang sama hingga posisi maksimal. Bagi roda yang memiliki lima baut, kencangkan dengan urutan seperti menggambar bintang. Setelah baut pertama, lalu baut ketiga, diteruskan baut kelima dan kemudian baut ke dua dan terakhir baru nomor empat. Setelah semuanya, pengencangan dengan urutan itu boleh dilakukan secara maksimal.

Hindari mengencangkan secara berlebihan
Jangan mengencangkan baut atau mur secara berlebihan karena hal itu akan menyebabkan baut atau ulirnya rusak. Pengencangan yang terlalu kuat juga akan menyulitkan saat perlu membuakanya. Kerusakan baut atau ulirnya akan berakibat komponen ini tak dapat berfungsi menekan (mengikat) velg secara tepat. Bila kerusakan terjadi pada lebih dua baut, maka mutlak harus dilakukan penggantian karena akan berarti bahaya bagi posisi roda bersangkutan.

Yang paling ideal untuk mengukur kekencangan baut adalah dengan mencocokkan angka panduan dalam buku manual. Bila tidak, pengencangan maksimal disarankan dilakukan sebatas pemutaran kunci roda dilakukan dengan tangan. Jangan menggunakan (diinjak) dengan kaki karena akan berarti mengencangkan secara berlebihan.

Samakan kekencangan pada masing-masing baut
Bila pengencangan baut tidak sama rata maka akan menimbulkan bergeraknya (oleng) velg bersangkutan. Jika dibiarkan, velg akhirnya bisa copot dari teromol. Yang ideal adalah mengukur (memperkirakan) kesamaan putaran dan kekuatan tangan saat melakukan pengencangan baut velg.
( bid/berbagai sumber )

Leave a Reply

Your email address will not be published.