Menembus Banjir

Tak perlu takut pada hujan selama mobil sehat
Ganesha Aditama

Musim hujan telah memberi pekerjaan ekstra bagi pemilik mobil. Mudahnya mobil kotor membuat mencuci mobil kini menjadi lebih sering ketimbang musim kemarau. Musim hujan yang kerap mendatangkan banjir juga menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik mobil.

Rasa takut pemilik mobil pada banjir sangat beralasan. Pasalnya, tak ada mesin mobil yang benar-benar dirancang tahan air. Meski menerobos banjir bukan langkah terbaik, tapi mempersiapkan mobil menghadapi banjir tak haram dilakukan.

Untuk itu, periksalah beberapa kondisi mobil agar Anda dapat melintas tenang saat terpaksa menerjang banjir. Berikut tips singkat kami berikan.

Sistem Pengapian

Sistem pengapian merupakan bagian paling rentan terhadap air. Karena itu, berikan perhatian lebih besar. Terutama pada busi berikut kabel-kabelnya, platina, distributor, dan saringan udara. Pastikan busi terpasang rapat dan tak ada kabel-kabel usang atau kendur.

Sistem Kelistrikan

Pastikan sistem kelistrikan dalam kondisi baik. Untuk itu, lakukan pemeriksaan pada accu berikut perkabelannya dan seluruh konektor pada lampu luar. Perhatikan pula apakah terdapat kerusakan pada kabel-kabel kelistrikan lainnya. Masuknya air ke dalam sistem kelistrikan memicu terjadi hubungan arus pendek.

Saluran Bahan bakar

Periksa seluruh komponen yang berhubungan dengan suplai bahan bakar, seperti tutup tangki bahan bakar, selang/pipa suplai bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar. Memang kecil kemungkinan air masuk ke dalam sistem bahan bakar, namun hal ini perlu dilakukan mengantisipasi kemungkinan mobil terendam lama di dalam air yang tinggi.

JANGAN DILAKUKAN SAAT BANJIR

Meninggikan Knalpot

Meninggikan knalpot merupakan tindakan percuma. Lebih baik memastikan tidak ada kebocoran pada tabung knalpot. Bila perlu lakukan sedikit modifikasi cerobong saringan udara pada mesin. Caranya tentu tidak seperti memasang snorkel seperti kendaraan off-road kompetisi. Melainkan mengubah sedikit posisi cerobong hisap udara agar tak langsung berhadapan dengan kedatangan air.

Menekan Setengah Pedal Kopling

Banyak pengendara menekan setengah pedal kopling sambil menaikkan putaran mesin saat menerjang banjir. Tindakan ini justru memperbesar resiko mogok. Bahkan paling fatal mengakibatkan kerusakan permanen pada mesin (water hummer).

Ketahuilah, bahwa gaya berkendara seperti itu memperbesar daya hisap mesin. Dengan begitu, kemungkinan air ikut terhisap ke dalam ruang kompresi melalui saringan udara semakin tinggi. Bila air masuk bersama udara, api, dan bahan bakar di dalam ruang kompresi yang terjadi adalah ledakan tak terkirakan. Ledakan dasyat di ruang kompresi akibat intrupsi air mampu membengkokkan piston dan kepala piston. Bahkan tidak mustahil blok mesin ikut hancur.

Cara paling aman adalah menggunakan gear rendah—tidak selalu gear satu, lepas penuh kopling, dan berjalan dalam kecepatan konstan pada putaran mesin rendah. Bila berhenti (mogok) di tengah air yang hampir setinggi kap mesin, jangan menghidupkan mesin. Tindakan ini perlu dilakukan guna mengantisipasi terhisapnya air ke ruang bakar saat mesin dihidupkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.