Memilih Pelumas yang Tepat

Semakin banyak merek pelumas yang ditawarkan, bisa jadi membuat sebagian konsumen bingung untuk memutuskan pilihan. Apalagi sebagian pabrikan sangat agresif dalam mempromosikan produknya. Bahkan mereka berlomba menyatakan, produk merekalah yang paling berkualitas. Apalagi jika pelumas itu buatan luar negeri.

Lalu, bagaimana sebetulnya menilai kualitas sebuah pelumas. Benarkah dengan menggunakan pelumas berkualitas menjadikan kendaraan bermotor bersangkutan menjadi lebih awet atau kian berperforma. Don Fuller, penulis otomotif di situs valvoline.com menyatakan, sebetulnya tak dikenal pelumas lebih baik dari lainnya bila memiliki spesifikasi setara. Yang perlu diperhatikan justru sesuai atau tidak pelumas itu dengan spesifikasi kendaraan bersangkutan. Untuk mengetahui pelumas apa yang kiranya tepat untuk kendaraan Anda, berikut ini beberapa tips penting yang bisa dijadikan petunjuk.

Mana yang lebih tepat
Bagaimana dapat mengetahui pelumas yang tepat untuk kendaraan bersangkutan? Pelajari buku petunjuk kendaraan bersangkutan yang pastinya memuat kreteria pelumas yang diperlukan. Bila tak mendapatkan hal tersebut, maka konsultasikan dengan mekanik bengkel langangan. Para ahli akan mengetahui tipe teknologi mobil bersangkutan sehingga bisa merekomendasikan spesifikasi pelumas yang tepat. Jadi, bukan merek apa yang paling tepat untuk mobil bersangkutan.

Sedangkan yang menyangkut kekentalan dan tingkatan ketahanan pelumas yang diperlukan akan dijelaskan berdasarkan sertifikasi — paling populer API (American Petroleum Institute) — yang pasti tertera dalam buku petunjuk tersebut. Kriteria tersebut harus diikuti. Sertifikasi API dan lainnya menunjukkan tingkat bonafiditas produk bersangkutan. Sementara, ketepatan jenis pelumas untuk sebuah kendaraan lebih ditentukan oleh tingkat kekentalannya yang ditujukan dengan SAE (Society of Automotive Enginers). Semakin rendah angka SEA akan semakin encer pelumas tersebut.

Faktor kekentalan oli dibedakan dengan tingkat single grade dan multi grade. SG adalah oli yang tingkat kekentalannya diukur pada temperatur kerja mesin 0 sampai 98,9 derajat C. Ini dapat dibaca pada kemasan yang dinyatakan SAE 30, SAE 40 dan seterusnya. Sementara jenis MG adalah oli dengan tingkat kekentalan yang tak terpengaruh oleh perubahan temperatur atau sering dikenal sebagai pelumas segala medan.

Sertifikasi API
API merupakan lembaga penguji kualitas pelumas yang selama ini menjadi rujukan dunia. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, sebuah pelumas harus menjalani serangkaian pengujian laboratorium dan uji jalan pada mesin. Setelah lolos atas ujian yang berdasarkan The International Lubrication Standardization maka akan dizinkan menggunakan standar API tersebut.

Menurut General Manager Evalube Divisi PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI), Timotius Oyong, untuk mengikuti proses sertifikasi API satu produk Evalube di laboratorium AS diperlukan sekurangnya dana Rp 500 juta. Karena begitu pentingnya sertifikasi API, semua produk pelumas pasti akan melakukan hal tersebut.

Lalu, bagaimana dengan produk pelumas yang memalsukan sertifikasi API? Menurut Timotius, terdapat sejumlah pengetahuan sederhana yang bisa digunakan untuk menduga keabsahan sertifikasi API tersebut. Selain merek pelumas bersangkutan — populer atau tidak — bisa pula dilihat dari warna, kekentalan, dan bau pelumas tersebut.

Benarkah produk bersangkutan benar-benar memiliki API atau tidak, bisa dilihat pula dengan adanya sertifikasi khusus yang dikeluarkan pemerintah Indonesia melalui Depperindag. Maka, kalau pun tertera API namun tak terdaftar di Depperindag, produk tersebut perlu dicurigai.

Rating servis
Seperti halnya rating dalam dunia bisnis lainnya, klasifikasi (rating) pada pelumas ditandai dengan alpabetis. Pada kemasan pelumas (untuk mesin bensin) akan tertara simbol S (diambil dari kata Spark). Lalu rating berkait dengan kualitas menggunakan huruf mulai A hingga L. Huruf A menunjukkan pelumas dengan kreteria terendah dan L (sampai saat ini) adalah rating tertinggi.

Penggunaan rating ini tak secara langsung berkait dengan kekentalan dan kualitas pelumas bersangkutan. Tapi, lebih pada panduan jenis pelumas mana yang paling tepat untuk mobil bersangkutan. Sebab, perkembangan teknis mesin dari sebuah mobil sangat berkait dengan jenis (rating) pelumas yang harus digunakannya.

Performa rating
Berikut adalah kategori pelumas berdasarkan rating dengan rekomendasi bagi keperluan mobil berdasarkan tahun pembuatan (berkait langsung dengan teknologi mesin yang diterapkan). Mobil buatan tahun tertentu perlu memperhatikan kode rating pelumas seperti berikut ini:
– SL: dapat dipakai untuk semua mesin mobil berteknologi baru.
– SJ: dapat dipakai pada mesin mobil buatan 2001 dan lebih tua.
– SH: dapat dipakai pada mesin mobil buatan 1996 dan lebih tua.
– SG: dapat dipakai pada mesin mobil buatan 1993 dan lebih tua.
– SF: untuk mesin buatan 1988 dan lebih tua.
– SE: untuk mesin buatan 1979 dan lebih tua.
– SD: untuk mesin buatan 1971 dan lebih tua.
– SC: untuk mesin buatan 1967 dan lebih tua.
– SB: untuk mesin mobil tua.
– SA: untuk mesin mobil tua.
Sekarang, bagi dua kategori terakhir nyaris tak ada lagi di pasaran. Maka bila pun memiliki simpanan mobil amat tua, disarankan tetap menggunakan spesifikasi pelumas baru dengan catatan harus mendapat perhatian secara detail dan teliti.
( bid )

One thought on “Memilih Pelumas yang Tepat”

Leave a Reply

Your email address will not be published.