Memeriksa Sistem Suspensi dan Kemudi

SISTEM suspensi dan kemudi wajib dirawat dan diperhatikan secara rutin. Maklum, masalah yang muncul pada sistem itu biasanya muncul sedikit-sedikit atau bertahap. Untuk itu, tidak seharusnya Anda mengabaikan perawatan sistem itu dan menunggu hingga sistem tersebut benar-benar rusak. Sebaiknya, sistem itu diperiksa setiap 4.800 kilometer atau tiga bulan sekali. Tip berikut dapat membantu Anda memeriksa sistem suspensi dan kemudi.

Langkah pertama, parkir mobil di tempat yang rata. Tekan bagian atas bemper kiri depan dan bemper kanan depan, lalu lepaskan dengan cepat. Mobil akan melenting seolah-olah menabrak tonjolan di jalan. Jika mobil melenting lebih dari satu atau dua kali, itu artinya peredam bantingan tampaknya perlu diganti.

Langkah kedua, ganjal ujung depan mobil sehingga mobil terangkat dan Anda bisa memeriksa mekanisme kemudi di bagian bawah mobil. Periksa, apakah ada cairan yang bocor pada peredam bantingan.

Langkah ketiga, mintalah bantuan seseorang untuk memutar roda kemudi berkali-kali ke kiri dan kanan. Coba Anda perhatikan bagaimana mekanisme kemudi bekerja. Telusuri pergerakan dari bak persneling kemudi melalui tongkatnya ke sisi belakang roda. Pergerakan harus mulus tanpa suara yang tidak jelas atau suara logam.

Perhatikan bagian samping roda depan. Pegang ban dan gerakkan dari sisi ke sisi. Pergerakan harus mulus dan tidak tersentak-sentak atau berisik. Kemudian pegang ban di bagian atas dan bawah. Gerakkan ke arah yang menjauh dari anda beberapa kali untuk melihat apakah ban kelihatan longgar.

Langkah terakhir, putar ban satu per satu dan perhatikan apakah terdengar suara berisik. Suara gemeletuk dapat berarti bantalan roda membutuhkan pelumasan atau rem yang menyeret.

Leave a Reply

Your email address will not be published.