Membeli Mobil dengan Cara Kredit

Hampir sebagian besar, masyarakat Indonesia membeli mobil dengan cara kredit. Bisa melalui bank atau lembaga pembiayaan(leasing).

Tentu saja ini merupakan pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi pihak pembiayaan/bank. Sedangkan bagi konsumen, cukup menyiapkan sekitar 10%-30% uang muka, mobil baru sudah bisa dimiliki.

Tetapi sadarkah Anda, di balik mudahnya memiliki sebuah mobil dengan cara kredit , ternyata Anda harus membayar cost yang teramat mahal.

Di bawah ini, My Family Accounting membuat perhitungan dan penjelasan secara lengkap mengenai untung rugi membeli mobil secara kredit.

Pemahaman konsumen

Selama ini bila Anda ingin membeli mobil dengan cara kredit, pertimbangannya dan persiapannya hanya pada kemampuan bagaimana membayar cicilan tiap bulannya.

Padahal Anda juga harus mempertimbangan banyak komponen biaya lainnya yang muncul dan harus di bayar selama kepemilikan mobil tersebut dalam masa kredit, dan sayangnya inilah yang paling dilupakan.

Berikut adalah simulasi, sebuah mobil yang dibeli dengan cara kredit.

Misalnya, satu unit Toyota New Avanza 1500 cc dijual tunai Rp 131.300.000, dengan uang muka Rp 32.825.000 (25% dari harga tunai), asuransinya Rp 10.635.300 ( All risk 8,10%).

Sementara cicilan Rp 3.787.500 per bulan dengan bunga 12,82%per tahun dam jangka waktu pembayaran 36 bulan, uang administrasi Rp 475.000.

Kalau di total pembayaran pertama sekitar Rp 47.772.800,-

Dari hasil rekapitulasi selama 36 bulan, maka total cicilan Rp 136.350.000, biaya bensin Rp 36.000, pajak Rp 4.500.000, service Rp 8.400.000. Total seluruh biaya selama masa kredit 3 tahun sebesar Rp 227.360.300.

Lihatlah bila masa kredit selesai, seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk mobil tersebut menjadi sangat besar.

Biaya-biaya semacam pembelian bensin, pajak dan pemeliharaan kendaraan selama tiga tahun tersebut kebanyakan kurang menjadi perhatian ketika ingin kredit mobil.

Harus diingat juga, bahwa mobil adalah benda yang mengalami penyusutan harga (deprisiasi) dari tahun ke tahun.

Bila diasumsikan penyusutan mobil tersebut kira-kira 8% per tahun, maka setelah selesai masa kredit harga mobil tersebut akan menjadi Rp 131.300.000 x 8% x 3 = Rp 31.512.000.

Artinya, dalam waktu tiga tahun harga mobil menyusut Rp 31.512.000, sehingga mobil tersebut kini hanya bernilai Rp 99.788.000.

Bandingkan dengan total uang yang Anda bayarkan selama 3 tahun. Jadi, berpikirlah sebelum Anda memutuskan untuk membeli mobil secara kredit.[O1]

Leave a Reply

Your email address will not be published.