Jika terpaksa menerjang banjir

Menghadapi hal ini yang diperlukan adalah perhitungan yang tepat supaya mobil lewat dengan selamat.

Jika daerah Anda termasuk wilayah banjir, bagi pengemudi tentu akan memilih jalan yang tidak melewati genangan air atau banjir. Jika terpaksa menerjang banjir untuk menghadapi hal ini yang perlu dilakukan adalah perhitungan yang tepat supaya mobil lewat dengan selamat. Namun tentu saja disesuaikan dengan tingkat keadaan banjir saat itu, namanya juga darurat. Lebih baik berusaha daripada tidak sama sekali bukan?

1. Perhatikan permukaan banjir apakah hanya sampai menutupi permukaan ban. Karena kebanyakan mobil menempatkan distributor, koil, busi lebih tinggi dari ban. Masuknya air ke bagian-bagian tersebut akan menyebabkan arus pendek sehingga membuat arus primer maupun sekunder bekerja tidak beraturan. Akibatnya mobil bisa mogok.
2. Jika terpaksa mogok di jalanan banjir, ikuti langkah berikut ini :
* Starter mesin sampai 2 atau 3 kali. Jika tetap tidak bisa hidup jangan diteruskan. Berhentilah di tempat yang aman dan tunggu sampai hujan reda.
* Cari kertas koran atau lap kering. Buka kap mesin dan keringkan bagian distributor, koil, busi, kabel busi. Cobalah starter hingga 2 atau 3 kali lagi.
* Jika tidak mau hidup juga, cabutlah kabel busi dan perhatikan apakah ada genangan air di sekitar busi. Bukalah tutup distributor, keringkan.
* Lalu cobalah hidupkan mesin lagi. Setelah hidup dan keluar dari jalanan banjir, cobalah rem beberapa kali sampai berfungsi kembali.
* Selanjutnya esok hari bawa mobil ke bengkel untuk di cek kembali kondisinya.
3. Bagi Anda yang kebetulan bekerja di perusahaan yang memiliki tempat parkir bertingkat, lebih baik mobil ditinggal saja di tempat parkir yang cukup tinggi apabila ketinggian air tidak memungkinkan Anda untuk menjalankan kendaraan.

Disajikan Oleh : www.oto.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.