Jangan Bimbang Melintasi Jalan Penuh Lubang

Tidak semua rute yang kita lewati rata dan mulus. Di beberapa ruas jalan ada saja aspal yang rusak. Berlubang-lubang, misalnya. Sebagai pengendara, kita tentu akan merasa kurang nyaman ketika melewati jalan seperti ini. Rasa khawatir terhadap kerusakan pada mobil bahkan bisa menimbulkan rasa bimbang. Malah, ada pengendara yang berusaha menimbang-nimbang apakah tetap akan melintas atau lebih baik mencari jalur alternatif lain.

Beberapa dampak jalan berlubang yang mungkin terjadi pada mobil memang bisa membuat pengendara terpaksa berpikir ulang. Pengaruh paling besar jalan rusak tentu ada di bagian kaki-kaki. Mulai dari ban, pelek, serta as. Dalam kondisi yang paling ekstrim, ban bisa robek bahkan pecah, pelek penyok, serta as patah.

Namun, tidak perlu berlebihan. Jika baru tersadar bahwa di depan ada jalan yang rusak, tetaplah melintas. Tentu saja, dengan memperhatikan beberapa poin di bawah ini:

Pertama, kunci paling utama yang memicu terjadinya kerusakan-kerusakan itu adalah kejutan yang sangat keras dan tiba-tiba, sehingga bagian-bagian yang saling berbenturan akan beradu kekuatan. Maka, rumus paling sederhana untuk memperkecil risiko kerusakan pada kaki-kaki adalah dengan melintasi jalur berlubang secara perlahan. Jadi, begitu melihat jalan yang tidak mulus, kurangi kecepatan kendaraan secara bertahap. Jangan ngerem mendadak karena bisa membingungkan pengendara yang ada di belakang.

Kedua, selain memperlambat kecepatan, jangan berusaha menghindari lubang dengan cara bermanuver ke kiri maupun ke kanan secara mendadak. Risikonya sangat fatal bila ada pengendara lain di jalur tersebut. Tetaplah di jalur Anda, dan lewati lubang-lubang itu secara perlahan. Manuver ke kiri dan kanan boleh dilakukan seandainya Anda yakin jalur itu benar-benar kosong.

Agar lebih memastikan kondisi mobil selepas melewati jalan yang penuh lubang, dengarkanlah suara-suara secara seksama. Bila terdengar bunyi-bunyi abnormal dari bagian kaki-kaki, lebih baik berhenti sejenak dan periksa secara fisik. Jika masih tetap bunyi, minta bantuan bengkel untuk memeriksa dan memastikan kondisinya kembali seperti semula.

Perhatikan juga kemudi. Bila terasa ada getaran atau agak sulit dikendalikan, kemungkinan lubang-lubang yang baru saja Anda lewati telah merusak pelek. Pelek yang berubah bentuk, sebaiknya diganti agar tidak mempengaruhi kinerja kemudi.

Sumber: Aspira

Leave a Reply

Your email address will not be published.