Hati-hati dengan Ban Gundul

Sebagian besar para pemilik mobil sering mengabaikan pemeriksaan ban mobil secara berkala. Tahu-tahu, ban mobil Anda sudah menipis alias gundul. Jangan tunggu lagi, sebab menipisnya telapak ban mempunyai resiko yang tinggi dan fatal akibatnya.

Selain menyalahi pemakaian prosedur ban, resiko pecah di jalan bisa saja terjadi. Pemilik mobil biasanya kurang memperhatikan batas ketebalan telapak ban. Padahal oleh pabrik pembuatnya, sebelum ban keausan setiap ban yang diproduksi diberi tanda khusus. Bagaimana mengetahui batas keausan ban?

Simak berikut ini :

• Tanda batas keausan ban bisa dilihat pada sisi atau dinding ban yang berbentuk panah atau segitiga. Lebih dikenal dengan tread wear indicator (TWI). Pada sekeliling dinding ban tercantum 6 tanda tersebut yang menunjukkan batas keausan ban.

• Menurut Asosiasi Perusahaan Ban, batas minimal ketinggian telapak ban adalah 1,6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI. Jika melewati batas tersebut ban sebaiknya diganti.

• Simbol keausan ban yang lainnya berbentuk benjolan yang terletak di dalam alur posisinya sejajar dan segaris dengan patokan tanda TWI. Simbol ini dimaksudkan sebagai tanda peringatan keausan ban yang diukur dari dasar telapak ban.

• Hal yang membahayakan bila sudah tampak lapisan serat benang atau baja. Resiko ban pecah ditengah jalan sangat memungkinkan. Setidaknya ban diganti dalam jangka waktu setiap 60.000 km tergantung dari waktu tempuh kendaraan. Pada kondisi normal usia pemakaian ban rata-rata 2-3 tahun.

• Biasakan memperhatikan tekanan angin ban karena porsi isi angin yang benar akan meratakan keausan ban. Tekanan ban yang kurang mengakibatkan pengikisan pada kedua sisi ban atau volume angin yang berlebihan menyebabkan pergesekan besar pada bagian tengah telapak ban. Sekali lagi, jangan abaikan ban yang sudah menipis. [Dari berbagai sumber/O1]

Leave a Reply

Your email address will not be published.