Agar Mahir Mengemudi

M Husni Nanang

Foto 1.Posisi tangan idealnya arah jam 3 dan 9. Foto 2. Posisi jempol yang salah.
(Istimewa)

Mengemudi mobil sangat mudah, tinggal duduk, putar konci kontak, mengatur gas dan injak rem. Namun untuk menjadi pengemudi yang baik membutuhkan jam terbang yang cukup lama. Ada beberapa hal kecil yang kadang dilupakan oleh pengemudi yang sedang belajar. Padahal hal-hal kecil ini sangat berguna untuk mengasah insting dan kemampuan seorang pengemudi yang baik.

Berikut beberapa tips agar mahir mengemudi.

Driving position

Posisi duduk menentukan kenyamanan dan ketenangan kita berkendara. Duduk bersandar dengan punggung menempel di sandaran akan membuat kita rileks dan memberikan posisi tangan yang leluasa. Meletakkan tangan pada lingkar kemudi di posisi arah jam 9 dan 3. Arah ini akan memberikan keleluasaan maksimal meski harus berputar 45 derajat. Berikan ruang gerak kaki yang cukup dan gunakan sedikit tenaga saat menginjak pedal baik gas atau kopling.

Bila kurang nyaman, dapat memilih posisi jarum jam angka 10 dan 2. Jangan membiasakan meletakkan tangan pada bagian atas roda kemudi, terutama pada mobil-mobil baru, karena air bag dapat mematahkan tangan atau mendorongnya ke muka anda bila sampai terkembang.

Pengendalian kemudi

Dalam bermanuver gunakan kedua tangan dengan harmonis. Sebab dengan menggunakan satu tangan, kemungkinan pegangan lepas tinggi. Pada saat menikung dan kembali ke posisi lurus, lepas kemudi untuk memberikan putaran kemudi secara otomatis dengan tetap terkontrol.

Perhatikan lingkungan

Sebagai pegemudi baru harus mengenal karakter pengguna jalan lain. Kuasai situasi ketika bertemu dengan pengemudi anak muda. Gaya anak muda banyak yang agresif dan tak jarang ugal-ugalan. Lebih baik mengalah dan tidak berebut jalan. Demikian pula bila bertemu dengan pengemudi berusia lanjut yang berjalan lamban, lebih baik bersabar dan mencari waktu yang pas untuk mendahului. Selalu pantau kaca spion untuk berhati-hati dengan pengemudi motor yang kerap masuk ke celah antar mobil.

Mengenal jalan dan rambu

Saat melintasi jalan pertama kali, pantau rambu petunjuk, dan berikan ruang memory untuk merekam situasi jalan. Rambu-rambu lalu lintas juga harus dipahami, bukan sekedar mematuhi.

Hindari jalur cepat

Jangan berdiam di jalur paling kanan. Jalur kanan adalah untuk mendahului, bukannya jalur cepat, apalagi bila kecepatan anda di bawah 80 km/jam. Inilah sebab mengapa banyak pengemudi yang nekad mendahului dari jalur paling kiri. Jadi jangan salahkan dulu mereka yang mungkin sedang terburu-buru namun ada pengemudi keras kepala yang tidak bersedia memberi jalan di jalur paling kanan. [O1]

Leave a Reply

Your email address will not be published.