Tetap di Jalur yang Sama Saat Melintasi Terowongan

Berkendara di belakang mobil lain seringkali terasa kurang nyaman. Apalagi bila laju mobil di depan kita sangat lambat, sementara kita sedang bergegas. Maka, kita dan setiap pengendara diperbolehkan mendahului mobil yang berada di depan setelah melihat situasi aman. Jangan lupa nyalakan lampu sign kanan terlebih dahulu. Bila memungkinkan, silakan pindah jalur sambil menambah kecepatan untuk mendahului mobil yang berada di depan.

Namun, hati-hati bila melintasi terowongan. Tahan dulu, dan tetaplah berada di jalur yang sama meskipun mobil di depan berjalan lambat.

Begitulah perwujudan prinsip berkendara yang aman dan nyaman, bahwa seluruh pengguna jalan harus “visible/heard by others”. Berhubung pencahayaan terowongan kurang terang bila dibandingkan jalur biasa, potensi terjadinya senggolan atau benturan akan sangat besar bila ada pengendara pindah jalur dan menyalip saat berkendara di terowongan. Itu sebabnya, saat memasuki terowongan, pengendara juga disarankan menyalakan lampu besar (tapi bukan lampu hazard) sehingga pengendara lain mudah melihat posisi dan pergerakan mobil.

Beberapa meter dari terowongan pun tidak disarankan pindah jalur dan mendahului. Coba saja selepas terowongan Anda menengok ke belakang melalui kaca spion, pengendara akan sulit memonitor pergerakan mobil-mobil yang berada di belakang karena terowongan tampak agak gelap. Sekitar 50 meter setelah keluar dari terowongan, barulah lakukan manuver.

Cara berkendara seperti di atas jauh lebih aman dan tidak mengancam keselamatan sesama pengguna jalan. ()

Sumber: Aspira

Leave a Reply

Your email address will not be published.