Mobil Juga Berpotensi Besar Alami Kebakaran

Bayangkan paniknya pengendara jika tengah asyik nyetir di jalan raya tiba-tiba keluar kepulan asap dari balik kap mesin. Pastinya kepanikan si pengendara akan lebih berlipat-lipat bila yang keluar bukan sekadar asap, tapi kobaran api. Bahkan mungkin ledakan. Bukan menakut-nakuti, kasus ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk kita.

Potensi paling besar yang memicu terjadinya kebakaran pada mobil terletak pada sistem kelistrikan. Terutama, kondisi kabel-kabel yang sudah mulai kurang baik. Sudah aus, banyak terkelupas sehingga mudah menimbulkan korsleting. Percikan bunga api saat terjadi korsleting itulah yang bisa membesar jika menyambar benda-benda di sekitar yang mudah terbakar.

Karena menyangkut keausan kabel-kabel, maka kasus kebakaran paling sering menimpa mobil-mobil yang sudah tua. Meskipun begitu, bukan tak mungkin mobil baru pun mengalaminya. Sebab, pengelupasan pembungkus kabel tidak hanya disebabkan faktor usia. Bisa jadi karena benturan, gesekan, bahkan gigitan binatang pengerat (tikus) saat mobil diparkir. Maka, waspadalah. Sekali waktu, usahakan untuk memeriksa kabel-kabel di bagian mesin mobil Anda.

Nah, seandainya terlanjur mengalami kebakaran pada mobil saat berkendara di tengah jalan, kita memang harus bergerak cepat. Meskipun api terlihat masih kecil, atau baru sekadar kepulan asap, bukan mustahil api menjalar dan menyambar bagian lain sehingga terjadi kebakaran parah. Untuk itu, selain pemeriksaan kabel-kabel, sangat baik juga bila mobil Anda dilengkapi dengan APAR (alat pemadam api ringan) yang bisa digunakan saat kebakaran terjadi.

Berikut ini poin-poin yang AstraWorld sarankan jika mobil mengalami kebakaran:

1. Meskipun harus bereaksi dengan cepat, tapi jangan panik. Usahakan pikiran Anda tetap jernih.
2. Bila masih sempat dan memungkinkan, usahakan menepikan mobil terlebih dahulu. Parkir di tempat aman, minimal untuk mencegah terjadinya kemacetan di tengah jalan. Kemudian, matikan mesin.
3. Sebelum keluar dari mobil, ambil barang-barang berharga (misalnya STNK, HP, notebook, dll), dan jangan lupa tarik tuas pembuka kap mesin.
4. Lihat lokasi titik kebakaran. Jika di bagian mesin, buka kap mesin dengan tetap berhati-hati. Bila sumber api bukan dari mesin, usahakan untuk melepas terminal negatif baterai untuk mencegah atau mengurangi risiko aliran listrik. Lalu, cek bagian-bagian lain yang kemungkinan menjadi sumber api.
5. Jika dirasa sangat berbahaya dan kita tidak bisa menanganinya sendiri, segera meminta bantuan (pemadam kebakaran), serta menjauh dari kendaraan.

Sumber: Aspira

Leave a Reply

Your email address will not be published.