Merawat Mobil Pascabanjir

Dalam satu bulan terakhir, beberapa daerah di Indonesia dilanda banjir. Jalanan bak sungai di tengah kota karena limpasan air yang tak mampu diserap tanah. Suka atau tidak, banyak kendaraan yang terjebak di tengah genangan air dengan ketinggian hingga batas atas roda.Jika sudah begitu, segeralah lakukan perawatan menyeluruh agar bagian-bagain kendaraan tidak rusak. Setelah tersiram air, semprot seluruh bagian mesin dengan kompresor bertekanan angin tinggi.

Jangan lupa periksa atau cek dinamo starter dan dinamo ampere. Bersihkan bagian-bagian tersebut jika kedapatan endapan lumpur dan kotoran. Kalau tidak, mobil Anda bisa mogok di tengah jalan.

Jika Anda terjebak memasuki kawasan banjir, ada baiknya sebelum melewati banjir melepas dynamo amper dan beri pelumas pada bearingnya. Jika mobil sudah melewati banjir, segera lepas semua roda dan bersihkan rem. Beri pelumas pada bearing roda, atau ganti saja dengan bearing yang baru.

Lantas bagaimana jika mesin ikut terendam? Bila mobil Anda sudah menggunakan electronic control unit (ECU), keringkan bagian tersebut. Bagian-bagian seperti busi dan soket kelistrikan juga harus dikeringkan dengan menggunakan angin.

Kalau tidak sambungan kabel dan CDI bisa rusak. Pada mobil full electric, semua perangat kelistrikan harus dicabut guna menghindari arus pendek. Langkah selanjutnya ganti oli mesin serta kuras habis radiator. Sedangkan bagian bawah mobil harus di steam agar betul-betul bersih dan menghindari karat. Kabel busi dan karet (boot) harus terbungkus rapat.

Sementara itu bagian transmisi harus diberi perhatian ekstra, mengingat posisinya di bagian bawah. Lakukanlah penggantian oli transmisi yang sangat mungkin tercemar air.

Pada sistem transmisi otomatis, oli yang tercemar akan berakibat langsung dengan tidak normalnya perpindahan gear. Gearbox otomatis lebih sensitif terhadap air. Apabila basah harus dikuras atau dibersihkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.