Merawat Mesin Diesel CBU

Merawat mesin diesel mobil completely built up (CBU) sebenarnya tidak terlalu sulit. Asalkan Anda rajin melakukan pemeriksaan rutin dan memberi perhatian. Jika Anda malas melakukan perawatan rutin jangan heran jika mesin diesel mobil Anda tiba-tiba mogok jalan.

Untuk melakukan perawatan Anda tidak perlu melakukannya di bengkel. Yang terpenting adalah berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan. Tips berikut ini dapat membantu Anda dalam merawat mesin diesel mobil CBU.Pertama, mesin diesel pada mobil CBU kebanyakan menggunakan diesel turbo dan berbahan bakar solar. Untuk itu yang perlu Anda perhatikan adalah isi dari solar tersebut.

Sebab, kadang mutu solar yang tersedia tidak murni atau telah bercampur air. Hal itu menjadi penyebab masalah utama pada mesin diesel turbo kendaraan CBU. Kualitas isi solar juga akan berpengaruh pada pembakaran di mesin termasuk kinerja pelumas.

Indikator banyaknya kandungan air pada solar, dapat diketahui dari sensor indikator yang ada di dashboard. Jika lampu merah menyala itu bertanda kandungan air pada solar banyak. Anda pun harus segera mengurasnya, karena jika tidak “penyakit” akan merembet ke bagian yang lain. Sebab itu, pilihlah tempat pengisian bahan bakar yang memiliki solar murni.

Selanjutnya, agar tarikan diesel menjadi kencang, biasanya dilakukan tune up. Untuk mobil nonsolar, caranya dengan memperbesar curah bensin di karburator dan injection. Tetapi, khusus untuk mesin diesel kebalikannya, bila curah solar diperbesar, justru mobil akan melambat dan memproduksi panas berlebih.

Langkah ketiga, periksalah apakah mesin mudah cepat panas? Jika ya, kemungkinan besar itu karena filter pada penyaring udara tersumbat. Bersihkanlah penyaring udara paling tidak sebulan sekali agar tidak banyak kotoran menyumbat. Cara membersihkannya dapat menggunakan alat vacuum.

Berikutnya, pasanglah safety kit yang berguna mendeteksi lebih awal panas mesin. Peranti ini biasanya ditempatkan di radiator (sensor panas untuk air) dan sensor oil guna mengetahui tekanan panas di oil. Selain itu, tempatkan pula dieksos (tempat gas buang). Hal itu berguna untuk mengetahui penyebab kerusakan lebih dini.

One thought on “Merawat Mesin Diesel CBU”

Leave a Reply

Your email address will not be published.