Merawat Kopling

Kopling merupakan piranti otomotif yang berfungsi menghubungkan atau melepaskan pengaruh putaran mesin dengan transmisi. Artinya bila sedang difungsikan, maka kopling akan memutus putaran mesin sehingga daya geraknya tak saling berkait dengan transmisi.

Lalu, bila kopling tak diinjak (difungsikan) maka rambatan putaran mesin akan kembali menggerakkan roda mobil bersangkutan. Singkatnya, kopling berfungsi sebagai ‘perantara’ yang mendukung kerja transmisi terhadap tingkat kecepatan mobil bergerak.

Karena pentingnya peran itu, kopling terbagi dalam sejumlah komponen yang masing-masing memiliki fungsi saling mendukung bagi optimasi tugas ‘perantara’ itu. Satu set kopling terdiri dari pilot bearing, clutch disc (piringan kopling), cover clutch (populer sebagai matahari), dan release bearing.

Bagian kopling yang paling sering mengalami keausan adalah clutch disc. Itu karena fungsi kopling yang harus selalu menahan gerak putaran, sementara gigi transmisi difungsikan. Bila bagian ini rusak maka mobil sama sekali tak bisa bergerak. Sementara kalau kerusakan pada bagian lain, umumnya hanya menyebabkan pedal kopling terasa bergetar.

Tak satu pun ahli dapat memperhitungkan secara tepat kapan seharusnya rangkaian satu set kopling itu perlu diganti. Apalagi bagi kondisi lalu lintas seperti Jakarta yang tak lepas dari kemacetan, kopling bisa saja mendadak rusak dan mobil pun mogok. Sejumlah tips perawatan dan pemakaian kopling berikut ini, kiranya perlu disimak.

Minyak kopling
Pada umumnya mobil menyatukan minyak untuk kepentingan kopling dan rem dalam satu wadah. Karena itu jangan pernah membiarkan tandon minyak kopling berkurang sedikit pun, walaupun teorinya terdapat batas minimun untuk level minyak yang boleh tersedia.

Bila mendapati kondisi itu, segera curigai bahwa berkurangnya jumlah minyak kopling tersebut akibat kebocoran. Yakinkan seluruh sambungan, khususnya yang berkait dengang piranti master atas maupun bawah, dalam posisi tak bocor. Bila evaluasi tak menunjukkan kebocoran, berkurangnya minyak itu bisa karena menguapnya minyak akibat terpaan suhu panas.

Standar penggantian minyak kopling yang direkomendasikan sejumlah produsen adalah sekitar 20.000 km. Ada baiknya segera ganti minyak sebelum melampaui batas angka tersebut. Gangguan pada fungsi minyak kopling akan menyebabkan pedal bila diinjak terasa kosong. Kondisi ini menyebabkan tidak bisa memindahkan gigi transmisi dan mobil dipastikan mogok.

Jangan kasar dan lama
Jangan terlalu kasar menginjak pedal kopling, begitu juga saat melepasnya. Karena, bila dilakukan dengan cara yang kasar maka sentuhan pelat kopling akan terasa lebih keras, hal ini akan mempercepat keausan.

Selain itu disarankan tidak menginjak pedal kopling terlalu lama. Hal ini untuk menghindari gesekan pelat kopling dengan tutup kopling dan roda penerus secara berlebihan. Sebab, bila dibiarkan dalam kondisi demikian maka pelat kopling akan terus mengalami panas sehingga kemungkinan aus lebih cepat.

Netralkan transmisi
Kala mengemudi dan mendapati lampu merah, sangat disarankan untuk lebih baik menetralkan posisi transmisi. Lalu menarik rem tangan. Kebiasaan ini penting sehingga tak terjadi perilaku menginjak kopling saat mobil tak bergerak.

Kebiasaan tetap menginjak kopling saat mobil menunggu antrean atau malahan ketika berada di tanjakan dengan memberlakukan kegiatan ‘setengah kopling’ akan memacu kerusakan komponen kopling. Mesin pun acap terasa bergetar sehingga membuat fungsi karet mesin bisa-bisa juga terganggu.

Hindari lumpur dan genangan air
Terakhir yang paling utama diperhatikan adalah perlunya menghindari atau berupaya sesedikit mungkin melalui jalanan berlumpur dan berair keruh. Sebab kebanyakan mobil dirancang dengan adanya celah terbuka di bagian atas rangkaian kompling ini.

Setelah terkena air atau lumpur, bagian ini harus segera dibersihkan. Bila tidak, apalagi mobil kemudian tak dijalankan dalam jangak lama, maka proses korosi pun bisa menimbulkan gangguan fungsi kopling. bid/berbagai sumber

( )

Leave a Reply

Your email address will not be published.