Menguji Kelincahan New Aveo

Jakarta – Diantara penghuni kelas hatchback, mungkin inilah mobil yang paling menunjukkan aura sportif. Perubahan pada Chevrolet Aveo ini memang sangat signifikan, bahkan bisa dibilang hampir berubah total dibanding Aveo generasi sebelumnya. Dan untuk mengenal lebih dekat dengan hatchback yang di Eropa dinamai Sonic ini, PT. General Motors Indonesia (GMI) mengajak redaksi mencobanya langsung di kawasan Ancol.

Di Ancol, lapangan aspal ex-Police Academy diubah oleh GMI menjadi lintasan slalom, lengkap dengan cone-cone penanda. Unit new Aveo berwarna biru metalik juga langsung menyapa dan seakan tidak sabar untuk dipacu. Tampilannya terlihat agresif dengan grille besar dan lekukan bodi yang tegas. Kesan sportif makin kuat saat memperhatikan 2 bulatan lampu depan tanpa rumah lampu dengan background hitam doff, keren..

Bumper depan Aveo dan velg multispoke berukuran i6 inci ikut mendukung tampilan makin sangar. Begitu pula saat dilihat bagian belakangnya, desainnya terlihat modern dan dinamis. Seperti lampu depan, 2 bulatan lampu belakang juga dibuat dengan rumah lampu hitam doff serta pipa gas buang heksagonal. Secara keseluruhan, desainnya ini merefleksikan kekuatan baru GM untuk melawan para kompetitornya.

Masuk kedalam kabin, nuansa futuristik langsung menerpa melalui desain lingkar kemudi, dashboard, dan panel-panel instrument. Paling menarik adalah desain panel speedometer attraktif berbentuk anak kunci dengan desain digital berwarna biru yang menyajikan berbagai informasi, seperti kecepatan, transmisi, rpm hingga tripmeter. Jok juga dibuat semi-bucket yang terinspirasi dari mobil-mobil balap.

Duduk didalam Aveo terasa menyenangkan dengan pandangan kedepan lapang dan telah dilengkapi airbags. Suara mesin juga cukup halus dan kekedapannya cukup mumpuni menahan gangguan suara dari luar. Interior Aveo dirasakan terasa luas dengan legroom dan headroom yang bisa nyaman ditumpangi 5 penumpang dewasa. Ruang bagasi belakangnya berkapasitas 538 liter dan membengkak menjadi 1.350 liter jika kursi belakang dilipat 60/40.

Saat pedal gas diinjak penuh, Aveo memberikan perlawanan yang cukup responsif. Meski harus diakui tidak secepat kompetitornya yang menggunakan mesin 1.500 cc, Aveo tetap galak di putaran bawah berkat mesin 1.400 cc yang memuntahkan tenaga sebesar 100 ps pada 6.000 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.000 rpm. Mesin ini dianggap sudah cukup untuk perjalanan dalam maupun luar kota.

Unit Aveo yang redaksi tunggangi adalah tipe LT dengan transmisi otomatis Triptronic canggih 6-speed dengan harga Rp 193,8 juta. Perpindahannya transmisinya cukup halus dan presisi tanpa jeda yang terlalu lama. Jika dirasa kurang puas dengan tuas transmisi D, pindahkan ke mode Triptronic Manual dengan perpindahan transmisi melalui tombol + (plus) dan – (minus) yang terletak diatas tuas transmsi, dan rasakan hentakannya.

Aveo juga ternyata asyik dibawa menari-nari di lintasan slalom. Meliuk-liuk diantara cone atau membuat angka 8, Aveo tampak stabil dan minim gejala body roll. Settingan suspensinya terasa pas yang menjadikan bantingan tetap terasa nyaman. Lingkar kemudi Aveo turut membantu kelincahan dan kegesitan saat harus melakukan manuver-manuver tajam. Setirnya ini tidak terlalu berat atau terlalu ringan, sehingga masih oke jika disopiri wanita.

Redaksi sendiri mencatatkan sebagai pengemudi tercepat ketiga diantara tester lainnya dalam slalom berjarak 500 meter tersebut dengan catatan waktu 1 menit 9 detik. Sementara itu, untuk menyesuaikan dengan karakter Aveo sebagai mobil generasi muda yang aktif, dinamis berani, GM Indonesia juga mengajak redaksi melakukan berbagai aktivitas menarik seperti Mix & Match dengan mencocokkan model dengan pakaian serta Aveonya itu sendiri, hingga aktivitas diving di Sea World. (M. Lulut)

Sumber: oto.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.