Mengambil Pelajaran di Setiap Perjalanan

Berkendara memang sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan. Saking nyamannya nyetir mobil, Jusri Pulubuhu, Director Jakarta Devensive Driving Consulting (JDDC), bahkan mengaku selalu lupa dengan pengalaman-pengalaman buruk saat mengalami kecelakaan lalu lintas tiap kali masuk ke kabin mobil. “Nyaman deh. Saya bisa lupa kalau dulu pernah mengalami kondisi berbahaya,” katanya pada sebuah workshop safety driving yang AstraWorld ikuti.

Tapi, meskipun kenyamanan mengendarai mobil sangat luar biasa dan sanggup membuat seseorang lupa dengan pengalaman buruknya, ada satu tips penting yang patut kita catat dalam rangka keselamatan berkendara. Tips tersebut adalah:

1. Berusahalah untuk selalu memetik pelajaran berharga tiap kali lolos dari kondisi yang membahayakan.

2. Dari pelajaran berharga tersebut, buatlah skenario atau langkah-langkah yang harus diambil jika menghadapi kondisi berbahaya yang serupa.

Inilah yang ia sebut dengan: mengubah “lesson learn” menjadi “lesson plan”. Sebab, kebanyakan pengendara tidak pernah memanfaatkan pengalaman yang pernah mereka lewati. Kalaupun lolos dari bahaya, pada umumnya mereka percaya bahwa faktor keberuntunganlah yang sangat memainkan peran. “Padahal, lolos dari bahaya itu juga tidak hanya masalah untung, tetapi juga masalah kecepatan dan ketepatan kita bereaksi terhadap bahaya yang mengancam,” ujar pria yang memang hobi otomotif dan mantap pembalap ini.

Karena itu, mengambil pelajaran di setiap perjalanan menjadi sangat penting. Dengan demikian, setiap kali berkendara sebenarnya seorang pengendara selalu menambah pengetahuan dan sekaligus mempraktekkannya. Ini yang membantu pengendara cepat bereaksi ketika ada bahaya mengancam.

Dua langkah di atas akan terasa menjadi lebih penting mengingat adanya proses yang harus dilewati pengendara sebelum mengendalikan mobilnya, yaitu: melihat – menganalisa – beraksi. Dari hasil penelitian yang diungkapkan JDDC, mulai tahap melihat hingga reaksi, seorang pengendara rata-rata membutuhkan waktu 1 (satu) detik. Masalahnya, dalam satu detik itu, mobil dalam kecepatan tinggi dapat meluncur (mendekati objek bahaya) hingga sejauh belasan meter.

Jadi, latihlah terus kecepatan dan ketepatan reaksi kita dengan mengambil pelajaran tiap kali berkendara.

Sumber: Aspira

Leave a Reply

Your email address will not be published.