Lexus RX350

Membandingkan Infinity FX37 dengan sebuah Lexus RX350 merupakan hal yang berat bagi Lexus. Sekalipun dengan model tertinggi 3.5 liter yang Anda lihat di sini. Kalimat terakhir itu adalah lelucon, betul, dan sedikit penilaian yang lemah. Anda bisa memasang merek mewah Toyota ini dengan sebuah mesin 5.0-liter V8, dan dia masih belum bisa dibandingkan.

Tapi kenyataan mengatakan kalau mobil yang saya kemudikan setelah Infinity FX37 yang akan Anda baca di edisi kali ini ternyata Lexus RX. Dan Anda tahu? Saya menyukainya dalam 20 detik. Duduk di dalamnya dengan kursi empuk dan nyaman serta sangat menopang tubuh. Nyalakan, lalu suara mesin dan putarannya begitu garing.

Berjalanlah, dan perpindahan gigi cukup pendek dan rapat, setirnya direct dan berisi, tekanan pedal rem begitu sempurna, throttle juga responsif. Setelah dua hari mengendarainya saya tidak merasakan perbedaan yang berarti. Inilah dia SUV yang pantas. Pengendaraannya sedikit keras tapi tidak terlalu keras, dan dia lebih senyap ketimbang versi lawasnya, terutama di sektor road noise, yang membuat pendahulunya seperti kaleng usang di dalamnya.

Kalau dari segi handling, cukup mampu menyamai duo ML/X5, namun tak mampu mengalahkan mereka di sektor ini. Mungkin setahun lalu, dia bisa saja paling unggul di kelasnya, tapi tidak lagi. Setirnya baik, mechanical grip mengagumkan dan kemampuan sistem 4 x 4-nya juga hebat, pergerakan mobil dapat dikontrol dengan mudah dan tenaga yang bisa didapatkan dari mesin V6 itu selalu instan, tapi statistik apapun yang ditunjukkan, anda pasti lebih cepat di kedua mobil Jerman itu. Tentu, 0–100kpj di bawah 9 detik tetap saja cepat.

Interior adalah kelemahan utama mobil ini: terlalu rumit dan terlalu mencolok. Bagaimana kalau langsung saja dipakai tombol biasa ketimbang mouse ala Haptic Interface untuk pengaturan AC, audio atau GPS misalnya? Bagaimana kalau mengurangi jumlah tombol yang ada, dan pastikan yang tersisa sesuai dengan fungsionalnya?

Jangan salah sangka, ini adalah mobil yang dibuat secara luar biasa dan kokoh. Namun di perjalanannya, keputusan yang tidak tepat telah diambil mengenai rasa dan tekstur plastik, dan beberapa hal yang telah dirancang dan disajikan. Saya bersikap agak keras dalam hal ini karena bagian lain Lexus RX menyamai kualitas mengagumkan yang dimiliki Infinity FX dan SUV mewah lainnya: jiwa petualang sejati.

Dasbornya terasa aneh tapi bagus. Semua itu berbeda dengan luarnya?Anda pun tak akan menyukainya?tapi ada inner beauty di sini. Daftar fitur standar juga termasuk kamera mundur 360 derajat, velg 19, lampu adaptif semuanya, kursi elektrik semuanya, sound system besar, yang mengagetkan; Anda harus bayar untuk dapat semua itu di Mercy/BMW.

Haruskah Anda membelinya? Pasti. Belum tiba di tanah air saja, dia sudah menggetarkan hati, tapi jika Lexus memutuskan meluncurkan mobil-mobil seperti itu dengan namanya bukan dengan nama Toyota, Anda harus menghargai kepercayaan dirinya. Ini semua memang mobil yang menyenangkan.

Sumber: Area

Leave a Reply

Your email address will not be published.