Awas, Angin Palsu!

Awas, jaga jarak mobil Anda! Tulisan ini kerap ditemui saat melintas di jalan tol. Tulisan tersebut bukan slogan belaka. Namun warning bagi para pengemudi.

Pasalnya, tak jarang kecelakaan terjadi akibat terlalu dekatnya jarak. Sehingga pada saat mobil depan tiba-tiba berhenti, mobil di belakangnya tidak dapat lagi mengantisipasi.

Rem mendadak pun terpaksa dilakukan. Jika rem pakem masih mending. Namun tragis bagi rem yang tiba-tiba membatu (keras- Red). Gawat, nyawa jadi taruhannya.

Pemilik tunggangan alangkah bijaksananya untuk senantiasa memperhatikan kondisi rem lantaran yang namanya apes bisa saja terjadi setiap saat.

Angin Palsu

Masalah utama yang terjadi pada rem adalah blong. Ini terjadi karena masuknya gelembung udara atau angin palsu pada perangkat hidraulik ke sistem rem.

Akibatnya, pada waktu tertentu bukan lagi minyak rem yang menekan rem, tetapi udara. Sehingga sepatu rem kehilangan tekanan sama sekali. Pedal terasa keras saat diinjak alias bagel. Dalam penggunaannya, tak jarang pemilik mobil menjadi stres akibat sistem rem ini. Misalnya saja rem kurang pakem.

Baik tidaknya performa rem mobil bisa disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain kualitas minyak rem. Minyak rem kurang baik, bocornya saluran dan master rem di roda. Sehingga minyak rem membasahi sepatu atau piringan rem.

Kemungkinan lain boster rem bocor dan kurang sempurna kerjanya, menipisnya sepatu rem, teromol, serta piringan rem. Hal lain juga bisa terjadi pada selang rem yang kotor. Selang menjadi kaku yang berakibat aliran minyak rem menjadi tidak lancar.

Berbagai bentuk gangguan rem bisa terjadi pada mobil dan ini sangat membuat kesal si pengemudi, seperti suara rem yang berisik saat difungsikan. Penyebabnya antara lain menumpuknya kotoran pada sepatu rem, teromol, atau pada kapiler.

Mengatasi suara berisik ini sangatlah mudah, yakni bersihkan semua komponen tersebut. Akan tetapi, jika suara berisik itu seperti suara logam bergesekan, itu berarti sepatu rem sudah tipis.

Masalah lain adalah rem tidak kembali pada posisi semula. Padahal tekanan rem di pedal sudah dilepas. Kalau seperti ini, umumnya karena kerja master utama dan master roda tidak sempurna akibat kotor, rusak, atau masa pakainya telah habis. Kemungkinan lainnya adalah sistem saluran dan selang rem kotor sehingga aliran minyak rem jadi terhambat.

Jangan Malas

Sebelum rem Anda bikin masalah akibat menurunnya performa atau kerusakan, alangkah baiknya jika Anda senantiasa memperhatikan dan merawatnya secara teratur. Jangan malas untuk mengecek rem. Apalagi setelah menempuh jarak 25.000 km.

Seluruh komponen sistem rem sebaiknya sudah perlu dibersihkan dengan cara menguras serta mengganti minyak rem. Namun, yang tak kalah pentingnya memperhatikan minyak rem yang ada di dalam tabung. Apakah berkurang secara drastis. Jika ya, segera cari sumber bocornya pada semua saluran dan pipa minyak.

Penambahan minyak rem dianjurkan agar disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan. Seandainya ingin ganti dengan merek lain, juga harus sesuai dengan klasifikasi sesuai dengan aslinya. (L-11)

Leave a Reply

Your email address will not be published.