Si Mini dari Suzuki

Agak asing. Itulah ungkapan yang terlontar saat mata menatap bentuk mobil-mobil baru yang berbaris di pelataran parkir Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Suzuki Splash, nama itu tertulis di bodi samping kanan dan kiri.

“Itu desain Eropa,” kata Heradiranto, editor pada majalah otomotif Motor Trend, teman satu tim test drive Suzuki Splash Sensaction. Dibandingkan dengan Toyota Yaris dan Honda Jazz, dimensi Suzuki Splash memang tidak lebih panjang, tetap lebih tinggi dan lebih lebar.

Keunikan tampak pada tail lamp pada bagian bodi belakang. Lekukan tail lamp memanjang vertikal pada kedua sisi dan menyatu dengan bodi, menimbulkan kesan mewah.

Desain lampu bagian depan terdapat lampu kristal besar dengan multireflektor dan 5-leveling adjuster yang memberi kesan berkelas dan elegan. Adjuster pengatur fokus penyinaran untuk keselamatan dan kenyamanan ekstra ini terdapat di sebelah kanan pengemudi dan mudah dijangkau.

Menurut Endro Nugroho, Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Splash dirancang dengan tingkat keamanan tinggi, melalui penggunaan kerangka TESS (total effective strength structure) yang melindung penumpang dari benturan samping dan memberi standar keamanan lebih baik.

Splash juga dirancang dengan kaca depan yang lebar sehingga sudut pandang pengendara lebih leluasa.

Bila Anda membuka pintu, ruang kabin tampak lapang di bagian head room dan leg room, terutama pada bagian belakang. Mobil berkapasitas lima penumpang ini memiliki ruang bagasi yang lega, dengan kursi belakang yang bisa dilipat.

Pada bagian interior tampak sportif. Material plastik dan bahan sederhana pada jok kursi membuat desain tampak terlalu sederhana. Panel instrumen dirancang dengan bentuk yang eksklusif, dengan tachometer yang diletakkan di atas dasbor dan spedo meter tunggal yang dilengkapi dengan petunjuk bahan bakar digital (fuel bar).

Head unit menggunakan sistem audio dengan CD player yang bisa memutar MP3, USB connection, dan sistem ux-in yang dapat dihubungkan langsung dengan ipod -sebuah fitur yang saat ini baru terdapat pada kendaraan setingkat di atasnya.

Desain Splash dikembangkan di Jepang pada 2003 oleh Akira Kamio dengan menganalisis kebutuhan karakter yang diperlukan mobil mini-MPV Eropa masa depan. Setahun kemudian, 10 orang tim desain Suzuki pergi ke Jerman untuk menganaliiss tren mobil Eropa dan perkembangan mode, gaya hidup, dan desain.

Pada akhir September 2006, Project Spash diperkenalkan di Mondial de Aulomobile Show di Paris, sebelum produk massalnya dipamerkan di Frankfud Motor Show 2007.

Splash pertama kali dipasarkan di Eropa dan Jepang pada pada 2008, lalu dipasarkan ke India pada tahun lalu. Saat ini Splash diproduksi di Hungaria dan India. “Ini mini-MPV karena pengembangannya berbasis pada wagon, bukan city car,” ujar Endro.

Di Indonesia, Splash hadir dalam dua varian, yakni tipe standar yang dibanderol Rp139 juta on the road Jakarta, dan tipe GL seharga Rp145 juta. Mobil baru ini akan mengisi ceruk di antara city car Suzuki Estilo dan cross over Swift, dengan membidik konsumen pasangan muda yang dinamis.

Respons mesin

Splash menggunakan mesin generasi terbaru K-12l M berbahan aluminium yang ringan. Dari hasil uji coba kendaraan ini suara mesin terdengar halus, tetapi tidak bisa langsung disentak untuk mencapai kecepatan tinggi.

Dengan pasokan bahan bakar injeksi, konfigurasi mesin 4 silinder segaris, 1.200c c, DOHC, 16 katup, mampu menghasilkan tenaga maksimum 85 PS/6.000 rpm dengan torsi maksimum1 13N m/4 .500 rpm.

Mesin ini menggunakan drive-by-wire technology sehingga menghasilkan kinerja lebih akurat, karena adanya sistem sensor ECM (electorics control module), sehingga seluruh kinerja mesin dan pengaturan buka katup dari pedal gas tidak lagi menggunakan kabel gas.

Splash yang eco-friendly ini adalah mobil fun to drive karena memiliki pengendalian yang baik di jalan lurus maupun berliku. Pengemudi juga dimudahkan saat menyeteri karena mobil ini dilengkapi dengan power steering.

Suspensi depan menggunakan model Mc Pherson Strut dengan coil spring yang dapat bergerak independen, dan Torsion Beam dengan coil spring pada bagian belakang yang meredam guncangan saat melewati jalan yang rusak.

Rem menggunakan model cakram berventilasi untuk bagian depan. Ketika mobil melakukan pengereman tiba-tiba dalam kecepatan tinggi, ventilasi mampu melepas panas lebih cepat, sehingga sepatu rem dapat mencengkeram cakram secara penuh. (fatkhul.maskur@bisnis.co.id)

Moh. Fatkhul Maskur

Sumber: Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.